Take a fresh look at your lifestyle.
Iklan Diatas Menu

Idris Rahim: Tanggalkan Dulu Bendera Politik, Kita Bersatu Untuk Kemajuan Gorontalo

Pojok6.id (Gorontalo) – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu untuk kemajuan Gorontalo, dengan menanggalkan bendera politik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat mengikuti dialog tokoh Gorontalo yang berlangsung secara virtual di rumah jabatannya, Sabtu (12/6/2021). Dialog tokoh Gorontalo merupakan rangkaian dari Silaturahmi Nasional (Silatnas) III tahun 2021 yang digelar oleh Presidium Nasional (Presnas) Center.

“Melalui dialog ini kita duduk, berpikir, bermusyawarah, dan bermufakat untuk menatap Gorontalo ke depan yang tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanggalkan dulu bendera politik, kita harus bersatu untuk kemajuan Gorontalo,” kata Idris.

Salah satu pokok pembahasan yang mengemuka pada dialog itu yakni upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo yang saat ini berada pada angka 68,68 poin. Idris mengutarakan, IPM di dalamnya mencakup tiga sektor yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Ketiga sektor ini terpuruk akibat pandemi COVID-19. Pembelajaran pada seluruh jenjang pendidikan dilaksanakan secara daring, begitu pula kesehatan perlu ditingkatkan sumber daya manusia serta sarana dan prasarananya. Sedangkan di sektor ekonomi, UMKM kita juga terpuruk,” jelas Wagub.

Oleh karena itu Idris mengajak seluruh tokoh untuk bersatu memperjuangkan kemajuan pembangunan daerah dengan mengoptimalkan potensi Gorontalo. Menurutnya, pembangunan bendungan Bulango Ulu serta pengelolaan pertambangan merupakan potensi besar yang dimiliki Gorontalo yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan angka IPM.

“Ke depan jika bendungan Bulango Ulu itu sudah beroperasi, kita akan mampu mencetak 30 ribu sawah. Jika seluruh potensi ini kita kelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2045 bisa mencapai 15 persen dan angka IPM berkisar antara 75 hingga 80 poin,” pungkas Idris.

Dialog yang membahas berbagai isu pembangunan daerah dengan tema “Gorontalo Emas 2045” diikuti oleh sejumlah tokoh, baik yang ada di Gorontalo maupun di perantauan. Narasumber yang dihadirkan pada dialog itu antara lain Nizam Dai, Kasma Bouty, Mas’ud Idris, Bakri Arbie, Winarni Monoarfa, Hamim Pou, dan Delyuzar Ilahude. (adv)

Comments are closed.