Take a fresh look at your lifestyle.
Iklan Diatas Menu

BPS Gelar Lanjutan Sensus Penduduk 2020 Pada September Mendatang

Pojok6.id (Gorontalo) – Setelah sukses menggelar Sensus Penduduk 2020 (SP 2020), tahun ini Badan Pusat Statistik kembali menggelar SP 2020 lanjutan. Hal ini dipastikan oleh Deputi Bidang Statistik Sosial RI Ateng Hartono saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Kamis (3/6/2021), di Rujab Gubernur.

Ateng Hartono menjelaskan, sensus penduduk lanjutan 2021 adalah lanjutan sensus penduduk 2020. Di mana dalam kegiatan tersebut petugas akan mendatangi rumah warga atau ‘door to door’.

“Sensus penduduk lanjutan ini atau disebut sampel long form nantinya akan menambah akurasi data kelahiran, permindahan penduduk, maupun angka kematian by name by address. Nanti ada petugas dari BPS akan bersama-sama untuk door to door di rumah-rumah yang terkena sampel,”ungkap Ateng.

Kehadiran Ateng Hartono di Gorontalo sendiri, selain ikut mempromosikan pelaksanaan SP 2020 lanjutan, juga untuk memperkenalkan Kepala BPS Provinsi Gorontalo yang baru Mukhamad Mukhanif kepada Gubernur Rusli. Menurutnya hal ini perlu dilakukan, mengingat koordinasi antara pemerintah dengan BPS menjadi hal yang begitu penting.

“Intinya saya atas nama pimpinan BPS, berterima kasih kepada pak gubernur yang sepenuhnya sudah mendukung kegiatan kami. Tadi pak gubernur melakukan testimony terkait pelaksanaan Podes dan menghimbau masyarakat agar mengumpulkan data secara akurat karena itu penting. Kedepannya kita akan sama-sama terus untuk membuat Indonesia, khususnya Gorontalo maju,”tandasnya.

Berdasarkan data dari BPS Provinsi Gorontalo, SP 2020 mencatat penduduk Gorontalo pada bulan September 2020 sebanyak 1.171.681 jiwa. Jumlah penduduk Gorontalo ini mengalami peningkatan. Hasil SP 2020 dibandingkan dengan SP 2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 131.517 jiwa atau rata-rata sebanyak 13.152 jiwa setiap tahun.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), laju pertumbuhan penduduk Gorontalo sebesar 1,16 persen per tahun. Terdapat perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,10 persen poin jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada periode 2000-2010 yang sebesar 2,26 persen. (adv)

Comments are closed.