Take a fresh look at your lifestyle.
Iklan Diatas Menu

Rusli Habibie Terus Ajak Masyarakat Sosialisasikan Larangan Mudik

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengajak seluruh masyarakat yang ada di sekitar wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Pohuwato dan Boalemo untuk membantu menyosialisasikan larangan mudik lebaran 2021 guna mencegah makin meluas penularan Covid-19.

Hal ini dikatakan Rusli saat menggelar pasar murah dan Bakti Sosial NKRI Peduli di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato dan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Minggu (9/5/2021).

“Saya sudah tiga hari berada di sini. Kemarin dengan forkopimda kami mengecek perbatasan Gorontalo – Sulawesi Tengah (Sulteng) dan juga bertemu dengan Wagub Sulteng. Saya minta di sini bantuan masyarakat. Tolong katakan kepada sanak saudara yang ingin mudik, jangan dulu. Seluruh wilayah termasuk Gorontalo pintu-pintu masuknya kami kunci. Ini agar supaya penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” kata Rusli.

Menurut Rusli, saat ini telekomunikasi sudah semakin canggih. Jadi jangan bersedih ketika tidak bisa melangsungkan lebaran di kampung halaman. Silahturahmi yang dijaga tetap akan terjalin selama masih ada komunikasi satu sama lain, walaupun jarak membentang.

“Masih bisa video call kan? Masih bisa melakukan panggilan telepon untuk saling meminta maaf. Jadi keinginan mudik tolong ditunda dulu. Ingatkan kepada saudara yang ada di Makassar, di Bitung, di Manado, atau di manapun. Sama seperti kita, daerah mereka juga dilarang mudik,” tegasnya.

Selain larangan mudik gubernur juga terus meminta partisipasi masyarakat dalam hal menaati protokol kesehatan. Apalagi saat ini Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo telah berada di zona hijau.

“Tadi saya senang kata pak bupati, di Boalemo hanya ada tiga yang positif dan sedang di rawat. Kemungkinan beberapa hari lagi segera pulih. Ini kabar baik, kita harus terus menekan angka penularan covid-19 di Gorontalo. Terimakasih untuk masyarakat yang sudah patuh. Ini perintah bukan semata-mata ingin menyelamatkan pak presiden, pak gubernur, pak bupati, bukan. Ini untuk keselamatan masyarakat,” tandasnya. (adv)

Sumber: Kominfo Provinsi Gorontalo

Comments are closed.