Take a fresh look at your lifestyle.

Masyarakat Pelabuhan Bumbulan Keluhkan Aktivitas Bongkar Muat Barang di Masa Pandemi Covid-19

GORONTALO – Pengawasan terhadap optimalisasi pelaksanaan PSBB untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 terus dilakukan oleh pihak DPRD Provinsi Gorontalo. Olehnya Komisi III DPRD Gorontalo melakukan monitoring pelaksanaan PSBB pada moda transportasi laut, tepatnya di Pelabuhan penyebrangan Bumbulan Kabupaten Pohuwato, Senin (18/5/2020).

Dalam pengawasan itu terungkap keluhan dari masyarakat sekitar Pelabuhan Bumbulan yang menilai penerapan PSBB belum sepenuhnya dilakukan oleh petugas pelabuhan.

“Tadi masyarakat sekitaran pelabuhan mengadukan kepada kami, bahwa mereka melihat adanya proses bongkar muat yang dilakukan oleh pihak pelabuhan, dengan tidak melaksanakan penangan khusus untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19” Ungkap Aleg Deprov, Ismail Alulu.

Aleg Deprov Gorontalo yang berasal dari Dapil Boalemo-Pohuwato menambahkan masyarakat sekitar pelabuhan merasa khawatir karena hampir sebulan ada tiga kapal barang yang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Bumbulan. Dan Kapal barang tersebut berasal dari wilayah zona merah yang mengalami peningkatan kasus jumlah pasien positif Covid-19.

“Masyarakat mengkhwatirkan bahwa kapal barang yang masuk di pelabuhan bumbulan ini adalah kapal yang berasal dari wilayah zona merah, dan saat ini sedang mengalami peningkatan pasien positif Covid-19. Tiga kapal tersebut diantaranya dua kapal dari Kalimantan dan satunya lagi berasal dari Surabaya” Jelas Ismail.

Ismail mengaku  kecewa dengan sikap pengelola pelabuhan Bumbulan yang tidak berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun daerah untuk menangani secara khusus kapal barang dari wilayah zona merah tersebut.

“Saya kecewa dengan pihak pengelola pelabuhan karena tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah setempat. Karena saat ini pemerintah sedang seriusnya melakukan pencegahan Covid-19 malah pihak pelabuhan sendiri terkesan tidak serius melakukan pencegahan tersebut. Saya mengharapkan untuk di pelabuhan bongkar muat sendiri, harus ada minimal petugas kesehatan untuk memeriksa Awak kapal dan juga harus dilakukan penyemprotan desinfektan ditempat bongkar muat tersebut” Tutup Ismail.(Adv-KT10)

Comments are closed.