Take a fresh look at your lifestyle.

Ini Penjelasan Kades Soginti Terkait Adanya Biaya Penyaluran Bansos Saat Pandemi Covid-19

POHUWATO – Kepala Desa Soginti Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Otman Mamu membantah ada permintaan biaya Rp. 5 ribu untuk penyaluran bantuan Pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Menurutnya, informasi yang benar bukan penyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga masyarakat terdampak Covid-19, melainkan penyaluran bantuan pangan yang merupakan kegiatan rutin di daerah yaitu gerakan bersama pelayanan untuk semua atau Gema Panua.

“Informasi itu keliru, bukan bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19. Namun, bantuan pangan untuk masyarakat miskin dan lansia, yang merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah Pohuwato, yang kita kenal dengan Gema Panua,” Jelas Otman, Senin (4/5/2020).

Otman mengakui pemdes saat itu tidak punya kesiapan dalam mendanai penyaluran sampai ke warga penerima. Sehingga untuk menutupi kekurangan pembiayaan tersebut diambil dari hasil dana kontribusi Rp. 5 ribu dari masyarakat yang memberikan secara sukarela.

“Dan itupun dia mengakui harus menutupi kekurangan dengan dana pribadi, untuk memastikan penyaluran berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Otman juga menegaskan jika biaya yang diberikan masyarakat dengan sukarela itu sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Camat Paguat Arman Mohammad membenarkan hal tersebut. Bahwa bantuan yang diserahkan adalah bantuan Gema Panua.

“Jadi yang di urus oleh desa itu merupakan bantuan pangan Gema Panua untuk lansia dan warga masyarakat kurang mampu yang masuk dalam dan BDT atau DTKS. Namun karena adanya imbauan pemerintah daerah yang melarang kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, maka bantuan tersebut disalurkan oleh masing-masing desa,” ungkapnya.

Kegiatan Gema Panua merupakan kegiatan rutin daerah, kegiatan ini sebagai pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus untuk menghimpun keluhan masyarakat di setiap kecamatan. (KT11)

Comments are closed.