Take a fresh look at your lifestyle.

Komisi III Deprov Gorontalo mengecek Kesiapan Pengerjaan Jembatan Molintonggupo

GORONTALO – Proses pengerjaan jembatan di Desa Molintonggupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango akan segera dimulai. Kesiapan pengerjaan dicek langsung ke lokasi oleh jajaran Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Sabtu (18/4/2020).

Jembatan yang menghubungkan dua kecamatan, antara Kecamatan Suwawa Selatan dengan Suwawa Tengah itu menggunakan anggaran APBD dan telah terjadi penurunan anggaran.

“Anggaran awal yang semula 20 Miliar terjadi penurunan sebesar 15%” Ungkap Faisal Hulukati, anggota Komisi III, DPRD Provinsi Gorontalo.

Faisal mengaku telah mengkonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Gorontalo bahwa anggaran yang digunakan untuk pengerjaan jembatan yang semula 20 miliar turun menjadi sekitar 17 miliar. Meski mengalami penurunan namun ia optimis  tidak akan mengurangi kualitas jembatan yang akan dibangun. Hal itu turut dijamin oleh Dinas PU Provinsi Gorontalo, karena ada material on side yang ada disekitar lokasi dan bisa digunakan untuk proses pengerjaan jembatan tersebut.

Faisal menambahkan telah menerima informasi dari Dinas PU Provinsi Gorontalo tentang kesiapan pengerjaan jembatan, bahwa proses lelang proyek telah selesai dan telah diumumkan pemenangnya.

“Dinas PU telah melaporkan kepada kami pemenang proyek sudah diumumkan, tinggal menunggu sanggahan dari pemenang lelang” Terang Faisal.

Lebih lanjut untuk mengawasi proses pembangunan jembatan Aleg dari dapil Bone Bolango itu menyatakan kesiapannya untuk memperketat pengawasan pengerjaan jembatan Molintonggupo.

“Kami Aleg dari dapil Bone Bolango memiliki komitmen untuk menyejahterakan rakyat yang ada di daerah ini, terlebih ada Wakil Ketua I Deprov,Kris Wartabone yang juga dari dapil sini akan mengawasi secara ketat pengerjaan jembatan ini, beliau menyatakan kepada saya kalau setiap hari sebelum ke kantor  beliau akan datang mengawasi proyek ini” Tambahnya.

Faisal Hulukati berharap kepada pelaksana proyek agar tetap menjaga kualitas pengerjaaan dan memperhatiakan waktu pengerjaan mereka.

“Ditengah wabah pandemi Covid-19 ini saya harap pelaksana proyek tidak menjadikan alasan mereka untuk sengaja terlambat mengerjakan proyek jembatan ini, karena jembatan ini merupakan faktor utama masyarakat disini untuk meningkatkan ekonomi mereka” Tutup Faisal. (Adv-KT10)

Comments are closed.